Inilah Biografi Singkat dari Habib Alwi Ba 'Alawy (Pimpinan Majelis Ahbaburrosul)

By

Habib Alwi Ba'Alawy adalah Pimpinan Majelis Ahbaburrosul Indonesia, Nama Lengkap beliau adalah Seif Alwi Iskandar bin Muhamad Misbah bin Muhamad Ali Hasan bin Ahmad bin Muhamad Syarif  Beliau adalah keturunan ke-19 dari Syarif Hidayatulloh (Sunan Gunung Jati) dan merupakan keturunan ke-25 dari Abdul Malik (Adzhmat Khon).



Ba 'Alawy adalah nisbat kepada leluhur 'Alawiyin yaitu Al Faqih Muqodam Muhamad bin Ali Ba 'Alawy. Awalnya Habib Alwi tidak mukim di karawang, namun tiba tiba  saja beliau hadir dan mukim dikarawang. Ini seiring dgn do'a para pendiri Majelis Ta'lim An Nuur dan beberapa Warga perumnas Teluk Jambe yang berdo'a agar dikirimkan seorang dzuriah yg faqih di daerah perumnas.


 Romadhon 2009 adalah tonggak awal diijabahnya semua do'a. Dimana seorang ustadz hadir di mushola kecil dibilangan perumnas dan beliau Dan beliau kerap I'tikaf dan mengisi halaqoh2 di mushola tersebut. Romadhon berganti dgn syawal dan tibalah jamaah NU MWC Teluk jambe timur mengadakan bahtsul masaail di mushola tersebut, dan dari situlah kami mengenal sosok Ustadz Alwi yg tawadhu. Kami kemudian musyawarah untuk bertemu dengan ustadz Alwi untuk diskusi tentang metode pengembangan dakwah di karawang.


Secara umum MARGA ADZHMAT KHON Syaikh Alwi (Ammul Faqih) bin Muhammad Shohib Marbath Wafat di Tarim Hadramaut 613H dikaruiniai 4 Anak laki -laki :
1. Abdulloh (terputus) 
2. Ahmad 
3. ABDUL MALIK (Adzhmat Khon) 
4. Abdurrahman



Dari anak ke-3 inilah yang kemudian keturunannya menjadi penyebar Islam di pulau jawa yg dikenal Wali Songo dan para keturunannya disebut juga dgn marga AL-KHON atau Adzhmat Khon.

Namun di Indonesia Marga Adzhmat Khon jarang dikenal banyak orang, sebab kebanyakan pemilik marga ini cenderung "Mastur" bersembunyi atas nama besar tersebut. Hal ini dilakukan dgn berbagai alasan diantaranya : 
1. Tawadhu Karena merasa tidak pantas memiliki "pangkat" dzuriah nabi namun "merasa" belum sesuai dgn perangai nabi.
2. Kepentingan strategi dimana para dzuriah nabi menjadi buruan musuh islam.

  Keunikan Marga Adzhmat Khon adalah mereka cenderung membaur dalam kehidupan sosialnya, tidak ekslusif dalam hal pernikahan, sebagaimana beberapa marga habaib yg lainya.
Sehingga Marga Adzhmat Khon, marga yg sering "dikatakan orang" sebagai Habib wilayah (seperti habib jawa, sunda dan sbagainya) hal ini dikarenakan interaksi sosial yang lekat hingga jenjang pernikahan.

Bahwa dalam kepentingan syiarnya marga Adzhmat Khon sering menikah dengan wanita pribumi . Sehingga syiarnya dipermudah Bahkan istilah Habib pun terkadang dihilangkan oleh mereka, bukan tidak senang menyandang itu, melainkan antisipasi sikap yg berlebihan dari warga pribumi, itulah contoh ketawadhuan Marga Adzhmat Khon.


Beberpa panggilan yg sering digunakan tuk memanggil mereka yaitu: Ujang, Ayip, Aang dll


Dikutip dari tulisan Mohamad Muchtar

Semoga Bermanfaat

0 comments: